icon-fb icon-twitter icon-gplus icon-wa

Cerita Seru Dua Startup Surabaya di Talent Scouting The NextDev 2018 Semarang

Published 14 May 2018 10:41 By Dwi Ariyani

TheNextDev.id - Ada yang menarik dari The NextDev Talent Scouting kota kedua di Semarang yang rampung pada Jumat lalu (11/5). Rupanya dari 20 perusahaan rintisan (startup) yang terpilih melakukan pitch deck di hadapan dewan juri kemarin, ada dua startup sudah ikutan ajang pencarian bakat digital ini di kota pertama Surabaya, akhir April lalu. Kedua startup itu adalah ATM Sehat dan Ojesy. Saat keduanya presentasi, dewan juri pun memberikan perhatian lebih. Seperti Ojesy, yang mendapat perhatian dari juri Dennis Adhiswara (Founder dan CEO Layaria Network).

Kata Dennis yang juga seorang aktor film ini, ada yang berubah dari materi presentasi Ojesy di Semarang dibandingkan di Surabaya. "Jika di Surabaya presentasinya mengesankan konsep ride-sharing syariah, kini di Semarang konsep itu tidak ditampilkan. Namun secara umum materi presentasi Semarang lebih baik," ungkap Dennis.

Talent Scouting The NextDev 2018
© 2018 www.thenextdev.id/Syakur Usman

Ojesy adalah layanan ride-sharing khusus untuk konsumen perempuan dan anak-anak dari-ke sekolah. Menggunakan khusus pengemudi perempuan, Ojesy menawarkan konsep social impact-nya layanan antarjemput aman dan nyaman bagi perempuan dan anak-anak. Biayanya juga terjangkau, ada biaya langganan untuk 20 kali trip per bulan. Pada tahun lalu, platform ini klaim tumbuh dua kali lipat.

Kondisi mirip-mirip juga dialami ATM Sehat, yang pernah ikutan di Talent Scouting The NextDev 2018 Surabaya. Secara performa, sang founder ATM Sehat, tampil apik dengan materi presentasi lengkap, meski durasinya hanya tiga menit. Platform ini menawarkan teknologi digital kesehatan untuk mengetahui beberapa penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan lain-lain. Layanan ini ditawarkan di lembaga kesehatan, puskesmas, hingga Posyandu.

"Biayanya hanya seribu rupiah per menit, lebih murah daripada ke dokter," ungkap founder ATM Sehat saat presentasi.

Juri M Alfatih Timur, Co-Founder dan CEO Kitabisa.com, kali ini memberikan perhatian pada ATM Sehat. Sambil memberikan apresiasi tinggi terhadap startup asal Surabaya ini, anak muda yang biasa disapa Timmy pun mengulik lebih dalam soal konsumen ATM Sehat ini.

"Apakah ada data konsumen yang menggunakan alat kesehatan ATM Sehat untuk kali kedua. Ini penting supaya kita mengetahui traction-nya," ungkap Timmy. Sayang, pertanyaan Timmy tidak bisa dijawab dengan baik oleh ATM Sehat.

Sedangkan juri lainnya, Dayu Dara Permata yang juga Senior Vice President Go-Jek Indonesia, lebih concern soal model bisnis ATM Sehat.

"Kalau saya melihat model bisnis ATM Sehat ini lebih ke business to business alias B2B, karena bekerja sama dengan lembaga kesehatan atau puskesmas ya," pungkasnya.

Tampilnya dua startup yang pernah ikutan Talent Scouting Surabaya di Semarang ini juga mendapat perhatian dari Steve Saerang, Project Manager The NextDev Telkomsel. Di ujung penilaian, Steve mengatakan, teman-teman startup yang belum lolos di Talent Scouting satu kota sebenarnya masih mempunyai kesempatan ikutan di kota-kota lain pada tahun ini. Seperi yang dilakukan startup di Surabaya yang ikutan juga di Semarang.

"Jadi gunakan kesempatan terbuka ini. Agenda talent scouting ketiga hadir di kota Denpasar Bali pada akhir Juni. Jadi persiapkan startup kalian lagi dan sampai bertemu di Denpasar," pungkas Steve.

Memang ATM Sehat dan Ojesy belum lolos lagi di The NextDev Talent Scouting Semarang ini. Tapi jangan patah semangat ya, masih ada kesempatan di lima kota lagi!!!

MORE UPDATES