icon-fb icon-twitter icon-gplus icon-wa

Congrats! Kirimkanai dan AIDU Jadi Wakil Samarinda di Final Pitching The NextDev 2018

Published 30 August 2018 20:00 By Zaki Mursidan Baldan

TheNextDev.id -

Kirimkanai dan AIDU akhirnya sukses menjadi dua startup pilihan yang lolos dalam The NextDev Talent Scouting yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Kamis (30/8) lalu. Keduanya sukses menghadirkan pitching yang memikat perhatian dewan juri dibandingkan 11 peserta lainnya.

Kirimkanai sendiri merupakan startup lokal asli Samarinda. Startup ini merupakan platform digital yang menawarkan on demand service di Samarinda yang berawal dari jasa kurir. Kini, layanan mereka sudah semakin berkembang seperti jasa pribadi.

Sementara itu, AIDU datang dari Makassar, Sulawesi Selatan, untuk mengikuti Talent Scouting Samarinda. AIDU merupakan platform layanan latihan soal persiapan UN secara online, dengan menggunakan aplikasi berbasis web dan chat service. Andry Ridwan sebagai Co-Founder AIDU, mengaku senang bisa menjadi salah satu finalis The NextDev Samarinda. Terlebih peserta lain juga memiliki ide dan platform digital yang nggak kalah menarik.

“Senang bisa menjadi finalis di The NextDev Samarinda," ungkap Andry yang berprofesi sebagai guru fisika.

Terpilih sebagai salah satu startup terbaik yang punya kesempatan terbang ke Jakarta untuk mengikuti final pitching, Andry mengaku sangat senang. Dia pun mendapat banyak pengalaman setelah melakukan presentasi di hadapan dewan juri di Talent Scouting Samarinda tersebut. Setidaknya, ada dua hal yang dipetik Andry selama mengikuti rangkaian proses talent scouting platform early startup terbaik di Indonesia tersebut.

Pertama tentu saja soal pitching, bagaimana bisa meyakinkan juri dalam waktu 3 menit saja. Proses ini juga membuatnya berpikir keras untuk mampu memaparkan poin penting yang bakal memancing pertanyaan dewan juri. Pelajaran kedua yaitu fokus produk atau layanan. AIDU sendiri fokus sebagai platform exam management system.


© 2018 www.thenextdev.id/Syakur Usman

"Di The NextDev, kami mengincar mentoring dari para mentor dan ahli digital yang disediakan Telkomsel, sebab AIDU berpikir saat ini kami dalan tahapan ilmu, ketimbang tahapan investasi atau dana," ucap sarjana teknik sipil jebolan Universitas Hasanudin ini.

Sementara itu, pendapat lain diungkapkan oleh Rhesa Arisy, founder Kirimkanai. Menurutnya, tujuan mengikuti Talent Scouting The NextDev Samarinda bukan untuk mencari investasi, tapi lebih pada exposure agar startup besutannya ini lebih dikenal di Samarinda. Kirimkanai sendiri dikembangkan dua tahun yang lalu bersama sang istri.

Rhesa sendiri juga mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga yang sifatnya intangible selama ikutan The NextDev Samarinda seharian penuh. Misalnya saja mentoring dan sesi tanya jawab.

"Mentoring ini bagi kami di Samarinda pengalaman langka. Apaagi juri-jurinya sangat kompeten. Kami mendapat banyak ilmu dan pengalaman di sini," ungkap Rhesa.

Ayah satu anak ini juga memiliki misi tersendiri setelah mengikuti The NextDev. Dia ingin memperkuat marketing dan branding yang selama ini dilakukan karena dana yang terbatas. Selama ini, Rhesa menjalankan platformnya dengan modal sendiri alias bootstrapping. Langkah awal yang akan segera dieksekusi adalah memproduksi jaket Kirimkanai sebagai salah satu bentuk branding, karena selama ini mereka hanya mampu memproduksi pin.

"Desain jaket sudah ada, tinggal kami produksi karena keren kan dilihat di jalan. Kami harap bisa bikin bangga Samarinda di The NextDev," pungkas Rhesa yang kini masih aktif mengelola Kirimkanai berdua bersama sang istri.

Selain menghadirkan para peserta dengan ide yang nggak kalah menarik, ada juga kejutan lain The NextDev Samarinda. Pada pitching tersebut, dewan juri The NextDev kedatangan dua anggota baru. Mereka adalah Vikra Ijas (Co-Founder dan Chief Product Officer Kitabisa.com) dan Dian O Wulandari (Chief Operating Officer Instellar). Empat dewan juri lainnya masih merupakan ‘wajah’ lama, yaitu Yoris Sebastian (founder OMG Consulting), Alamanda Shantika (founder Binar Academi), David Soukhasing (Head of ANGIN), dan Steve Saerang (Project Manager The NextDev Telkomsel).

Setelah Samarinda, The NextDev Talent Scouting masih akan berlanjut menuju kota ke-6, yaitu Yogyakarta pada September, lalu kota ke-7 sekaligus babak final yang akan digelar di Jakarta pada bulan Oktober. Kota lain yang sudah disambangi The NextDeb antara lain Surabaya, Semarang, Bali, dan Batam.

Kamu juga punya ide startup keren yang memberikan social impact untuk masyarakat? Jangan hanya disimpan sendiri, buruan daftarkan dirimu untuk mengikuti Talent Scouting Yogyakarta yang akan segera berlangsung pada September 2018. Yuk, jadi bagian dari startup movement bareng The NextDev!

MORE UPDATES