icon-fb icon-twitter icon-gplus icon-wa

Deretan Pengalaman Berkesan yang Didapat Dukapedia dari The NextDev 2018

Published 29 November 2018 07:57 By Zaki Mursidan Baldan

TheNextDev.id - Bagi para developer muda tanah air, memiliki startup unicorn seperti Go-Jek atau Tokopedia tentu saja menjadi impian terbesar. Akan tetapi tentu saja sebelum sampai pada titik tersebut, ada banyak sekali perjuangan yang dilewati. Hal ini pun amat disadari oleh salah satu finalis Final Pitching The NextDev 2018, Dukapedia.

Namun beruntung Dukapedia berhasil memperoleh banyak pengalaman berharga saat mengikuti platform early stage startup terbaik. Tidak bisa dipungkiri jika The NextDev telah membantu Dukapedia memberikan berbagai pengalaman mengesankan bagi startup tahap awal untuk mengarungi dunia startup.

Menentukan Model Bisnis

Awalnya, Dukapedia menggunakan konsep digital marketplace dengan menyediakan jasa vendor yang berkaitan dengan pengurusan kematian, mulai dari peti mati hingga papan rangkaian bunga. Namun, konsep ini pun dirombak besar-besaran setelah mendapat masukan dari salah satu dewan juri The NextDev 2018, Dayu Dara Permata.

Menurut Senior Vice President Go-Jek tersebut, konsep bisnis ini kurang tepat bagi Dukapedia. Inilah yang kemudian mendorong Irvan Ismail selaku founder untuk mengubah sistemnya menjadi pendaftaran keanggotaan. Jadi para member akan mendapat pelayanan kematian all in tanpa merepotkan keluarga yang ditinggalkan.

Kendala Dana

Irvan memiliki banyak ide untuk mengembangkan Dukapedia. Namun layaknya startup tahap awal, masalah yang menghadang adalah keterbatasan dana. Hal ini merupakan salah satu alasan yang mendorongnya mengikuti The NextDev 2018. Platform early stage startup terbaik di Indonesia itu memang sanggup menyediakan bermacam pendanaan. Mulai dari seed funding untuk startup terbaik hingga akses ke angel investor dan Venture Capital.

Tim yang Solid

Selain harus putar otak untuk menemukan dana yang cukup guna membiayai pengembangan startup, startup early stage juga diharuskan melakukan perekrutan tim yang solid. Ternyata hal ini tidak mudah mengingat setiap member diharuskan memiliki visi dan misi yang sama serta punya visi luar biasa untuk turut memajukan startup. Untungnya, The NextDev pun menyediakan mentoring sekaligus training dari pakar startup guna membantu menyelesaikan permasalahan yang dialami.

Persaingan dengan Startup Lainnya

Banyak startup yang bermunculan menyebabkan persaingan di dunia startup makin ketat. Bagi Irvan Ismail, hal ini bukan hambatan mengingat belum ada startup yang bergerak di bidang layanan kematian. Dukapedia menjadi pelopor platform digital di ranah lelayu.

Beragam masukan dari dewan juri jelas akan membuat Dukapedia semakin bersemangat melakukan perbaikan guna melahirkan impact sosial bagi Indonesia!

MORE UPDATES