icon-fb icon-twitter icon-gplus icon-wa

KejarCita, Bantu Galang Dana Pendidikan Masyarakat Lewat Aksi Crowdfunding

Published 18 September 2018 07:05 By Zaki Mursidan Baldan

TheNextDev.id - Masalah pendidikan rupanya banyak menarik perhatian startup-startup yang mengikuti talent scouting The NextDev 2018 Samarinda beberapa waktu silam. Lima dari 11 startup memilih berfokus pada pemberdayaan dan peningkatan pendidikan. Meskipun begitu, tiap startup punya cara uniknya masing-masing. Salah satunya adalah Putra, peserta yang membawa nomor ke tujuh dalam gelaran di Samarinda kemarin. Di depan para juri, Putra menyajikan gagasan dan produknya yang diberi nama KejarCita.

Berawal dari passion, membawa misi bagi pendidikan Indonesia

Putra tak sendiri. Ia dipertemukan dengan teman-teman yang menjadi timnya saat ini saat terlibat di sebuah NGO bernama Aksi Cepat Tanggap (ACT). Setelah resign dua tahun lalu, Putra fokus di enterpreneurship karena dorongan passion-nya yang kuat di dunia sosial.

Pengalaman pribadi di keseharian, cukup mengusik jiwa sosial Putra dan tim lainnya. "Ide awalnya adalah saat di lingkungan keluarga dan sahabat kami dihadapkan pada masalah dana pendidikan. Kami bisa membantu pada saat itu tetapi jumlahnya tidak terlalu signifikan," ujar Putra. "Oleh karena itu kami berinisiatif membuat platform dengan sistem crowfunding (patungan) tetapi tidak menyebutnya sebagai 'bantuan dana'. Tetapi lebih ke 'beasiswa', agar nanti pelajar yang mendapatkannya bisa lebih bangga.



"

Memberi beasiswa sambil membangun support system pendidikan yang lebih baik

Berbeda dengan crowdfunding kebanyakan, KejarCita tidak hanya memberi bantuan berupa uang beasiswa. Melainkan juga membangun support system di sekitar agar tercipta mutu pendidikan yang lebih baik. Caranya adalah dengan pembinaan dan pembangunan sarana yang mendukung.

Agar dapat menjalankan tujuan itu, KejarCita menerapkan dua program yang berbeda. Yang pertama adalah crowdfunding beasiswa, yang bisa diikuti oleh semua orang dengan mendaftar di website www.kejarcita.com. Program kedua adalah crowdfunding pembinaan dan pembangunan. Berbeda dengan program beasiswa, program ini dibuat oleh tim KejarCita sendiri setelah melakukan survey di seluruh Indonesia. Program kedua ini jangka waktunya lebih panjang (long term).

Kedua program inilah yang menjadi unggulan tim KejarCita. "Kami sadar,  untuk meningkatkan mutu pendidikan tidak ada yang instan.
Kami pun tidak pasif menunggu campaign yang datang dari user, tetapi kami aktif membuat campagin sendiri yang datanya dapat kami ambil dari relawan-relawan yang ada di seluruh Indonesia," ungkap Putra.

Berangkat dari Bandung ke Samarinda supaya bisa segera eksekusi ide

Keikutsertaan KejarCita dalam gelaran The NextDev 2018 ini cukup unik. "Sebenarnya tim KejarCita berasal dari Bandung. Tapi kami ingin menyegerakan ide ini dan langsung eksekusi, biar dapet masukan juga dari para juri nantinya jika masuk ke panggung besar, ini harapan sebelum submit data ke website NextDev."

Keikutsertaan ini memberikan banyak kesempatan berharga, termasuk bertemu rekan-rekan dari startup lain dan juri yang sangat welcome memberikan masukan. Putra mengaku, ia merasa amaze dengan ide-ide peserta lain. "Kami sangat tertarik dengan hadiah ilmu dan mentoring yang ditawarkan telkomsel. Kesempatan yang sangat berharga bisa langsung ngobrol dengan para pakar startup yang telah terjun duluan. Selain itu kami juga ingin menambah pengalaman dan menjalin relasi dengan teman-teman start up lain.
"

Setelah diumumkan lolos ke babak talent scouting, serangkaian persiapan dimatangkan oleh Putra dan timnya. Mulai dari mempersiapkan pitch deck, dari isi materi sampai ke design. Melengkapi segala bisnis model, traction dan market size. Yang tak kalah pentingnya adalah mempersiapkan diri agar bisa presentasi dengan baik meski waktu yang diberikan sangat terbatas, yaitu hanya 3 menit.

Meski tak lolos ke babak selanjutnya, Putra dan timnya tetap punya semangat tinggi. "Harapan dan targetnya ingin bisa masuk ke boothcamp academy. Jika tidak tahun ini, kami akan mencoba tahun berikutnya.
"

Semoga platform yang dibuat KejarCita bisa banyak membantu orang, khususnya di dunia pendidikan.

Punya semangat memajukan pendidikan dan memberdayakan masyarakat seperti Putra dan tim KejarCita? Ambil bagian dari perubahan Indonesia yang lebih baik dengan submit ide dan karyamu ke www.thenextdev.id. Belajar dari pengalaman KejarCita, jangan tunggu kesempatan menjemputmu. Kamulah yang harus mengejarnya. Masih ada dua kota lain menunggumu, yaitu di Yogyakarta (27 September 2018) dan Jakarta (26 Oktober 2018). Are you ready?

 

MORE UPDATES