icon-fb icon-twitter icon-gplus icon-wa

Kenali Blockchain sebagai Teknologi Masa Depan di Kurikulum The NextDev Academy 2018

Published 10 February 2019 07:41 By Zaki Mursidan Baldan

TheNextDev.id - Bitcoin sempat viral jelang akhir 2017 hingga mencapai level tertinggi di angka Rp 277 juta. Bisa ditebak jika banyak orang yang ramai mencarinya, mulai dari ingin meraup laba besar hingga benar-benar ingin berinvestasi. Teknologi ini sebenarnya sudah dikembangkan sejak tahun 2009 sebagai respon atas kekhawatiran pada cara kerja software yang tersentralisasi.

Pendekatan yang terdesentralisasi membuatnya nggak bergantung pada server terpusat sehingga terhindar dari risiko downtime. Selain itu, Blockchain relatif lebih kuat terhadap serangan karena selalu ada minimal 1 server yang berjalan. Kini, teknologi ini makin banyak dilirik oleh startup karena bisa digunakan di berbagai bidang, seperti berikut ini.

Revolusi Lembaga Keuangan

Blockchain memiliki dua jenis record yaitu transaksi dan blok. Transaksi disimpan secara bersama-sama dalam satu blok, dimana setiap blok berisi hash kriptografi sehingga membentuk jaringan. Fungsinya, mengambil data dari blok sebelumnya dan mengubahnya jadi compact string, yang memungkinkan sistem bisa mendeteksi adanya sabotase.

Berkat sistem proteksi kriptografi yang canggih, Blockchain ideal dipakai untuk transaksi keuangan yang jauh lebih aman daripada perbankan tradisional. Bank OCBC misalnya yang melakukan pilot transfer antarcabang Singapura dan Malaysia hanya perlu waktu 5 menit saja. Sedangkan Bank Santander yang termasuk terbesar di Inggris memperkirakan teknologi ini mampu menghemat biaya operasional bank lebih dari 20 miliar dollar AS per tahun.

Logistik atau Pengiriman

Selain melakukan revolusi pada sektor keuangan atau fintech, Blockchain juga memberikan keunungan pada supply chain, khususnya ranah logistik atau pengiriman. Biasanya, sektor ini membutuhkan biaya yang nggak kecil untuk mengantarkan produk dari satu tempat ke tempat lain.

Blockchain dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dari waktu dan biaya. Seperti Fr8 yang merupakan jaringan terdesentralisasi untuk operator dan pengirim untuk melakukan koordinasi transaksi lewat smart contract. Hal ini membuatnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman karena terbuka untuk operator, pemasok dan perantara.

Human Resources

Blockchain pun diakui sebagai teknologi masa depan di ranah human resources. Terkait informasi penting di perusahaan, Blockchain mampu mengubah cara para pemimpin human resources atau HR dalam menangani data-data yang dinilai sensitif. Sifat Blockchain yang terdesentralisasi dan melakukan pencatatan membuatnya sulit dimanipulasi. Jadi jika ada seseorang yang akan mengubah data milik orang lain, jaringan dapat mengetahuinya.

Selain itu, Blockchain juga memberi kemudahan dalam pembayaran gaji dan kontrak lewat smart contract, yang dapat meminimalkan pemberian gaji yang terlambat atau pelanggaran kontrak oleh kedua pihak. Bukan itu saja, teknologi yang dimiliki oleh tiap individu ini pun dapat memangkas waktu proses seleksi karyawan perusahaan, hanya dengan menverifikasi latar pendidikan dan data lainnya yang terkait lamaran kerja.

Nggak heran jika Blockchain disebut sebagai teknologi masa depan yang menarik banyak minat startup-startup baru sehingga menjadikannya salah satu kurikulum di The NextDev Academy 2018. Tertarik mendalaminya juga?

MORE UPDATES