icon-fb icon-twitter icon-gplus icon-wa

Komitmen SekolahKoding Bantu Puluhan Ribu Siswa Tingkatkan Taraf Hidupnya

Published 09 February 2019 07:55 By Zaki Mursidan Baldan

TheNextDev.id - Mendengar kata koding atau programming, kebanyakan orang mungkin menganggapnya rumit dan hanya cocok buat mereka yang menyukai dunia IT. Padahal melihat perkembangan teknologi digital yang makin pesat, tentunya ranah ini bisa membuka kesempatan kerja baru, mulai dari membuat website atau menjadi programmer.

Buat yang tertarik mendalami programming, nggak harus belajar di sekolah khusus dengan mengeluarkan biaya yang nggak sedikit. Ada SekolahKoding yang dibesut Hilman Ramadhan. Finalis The NextDev 2015 ini memang punya kecintaan pada bidang IT dan ingin memberi wadah bagi siapa saja yang ingin belajar programming.

 
 
 
View this post on Instagram

. Yang sering ditanyakan, apakah perlu jago matematika untuk ngoding? jawaban singkatnya tidak harus jago, tapi yang dasar seperti menjumlah atau mengurangi tentu dibutuhkan . Jawaban lebih panjangnya, sangat tergantung dengan proyek yang kamu kerjakan, setiap aplikasi berbeda, untuk bermain dengan logika dan kasus tertentu matematika akan sangat membantu. Terutama aplikasi yang membutuhkan analisa dan membuat rumus sendiri untuk membuat hal yang diinginkan . Seperti biasa, kamu bisa belajar atau pasrah menjadikan -tidak bisa matematika- sebagai alasan untuk menyerah. Bagaimana pendapat kamu ? . Pic: Chris Liverani . #ngoding #koding #coding #anakit #mahasiswainformatika #informatika #informatik

A post shared by Sekolah Koding (@sekolahkoding) on

Besut Startup Saat Berstatus Mahasiswa

Tak perlu menunggu mapan untuk merintis startup. Buktinya, Hilman dan rekannya, Yoggi Firmanda, mampu merealisasikan SekolahKoding saat berstatus mahasiswa di Hochschule für Technik und Wirtschaft. Awalnya, Hilman mulai membuat tutorial yang ditampilkan di platform Youtube.

Banyak yang bingung apa yang harus dipelajari untuk pertama kalinya dan mulai dari mana. Sayangnya, saat itu, video tutorial programming dan design kebanyakan tersedia dalam bahasa Inggris. Sementara materi dengan kualitas audio yang baik dalam bahasa Indonesia cukup sulit ditemukan. Butuh kira-kira dua bulan untuk meluncurkan Sekolah Koding berbasis web sehingga siapa saja kini bisa belajar ribuan video kapan dan di mana saja.

Hadapi Kendala Jarak

Awal mengembangkan SekolahKoding pada tahun 2015, Hilman masih berdomisili di Berlin, Jerman. Walau telah banyak belajar untuk disiplin dan mengorganisir, ada kendala yang cukup besar karena jarang bertemu dengan user yang ada di Indonesia. Kesempatan untuk mendapatkan feedback langsung dari member SekolahKoding didapat di sela-sela mengikuti bootcamp The NextDev Academy.

Tak Memungut Biaya

Jika selama ini belajar dunia IT dikaitkan dengan biaya kuliah yang mahal, SekolahKoding jadi solusi bagi siapa saja yang ingin mendalami ilmu programming tanpa biaya, alias gratis. Topik yang diberikan pun bervariasi, mulai dari HTML, CSS, Javascript, PHP, Ruby, Java, database, dan desain web. Bukan hanya itu saja, SekolahKoding juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa komunitas penting di dunia programming, yang memperluas potensi pasarnya.

Ingin Berkontribusi Nyata

Walau menuntut ilmu di luar negeri, Hilman termasuk generasi muda yang nggak melupakan tanah kelahirannya. Ia ingin member yang mendaftarkan diri ke SekolahKoding mampu membuat karya, salah satunya membuat startup digital yang kini sedang tumbuh subur di tanah air. Bagi Hilman, ini adalah kontribusi nyata yang bisa diberikan pada bangsa Indonesia dan social impact-nya kini makin banyak dirasakan terutama oleh 65ribu siswa yang mampu meningkatkan kondisi kerja dan taraf hidupnya.

Salut buat perjuangan dan kontribusi yang diberikan oleh SekolahKoding yang membantu puluhan ribu siswa untuk belajar programming mulai dari nol.

MORE UPDATES