icon-fb icon-twitter icon-gplus icon-wa

Peran Penting People dalam Startup, The NextDev Academy Berbagi Solusinya

Published 11 January 2019 07:23 By Iwan Tantomi

TheNextDev.id - The NextDev 2018 sejak awal menitikberatkan pada peran people di dalam early stage startup. Bukan hanya dalam proses pitching saja, tapi juga memasukkannya dalam salah satu kurikulum di The NextDev Academy 2018.

Founder mungkin memiliki mimpi yang besar untuk membangun perusahaan digital besar dan memberikan social impact, tapi tentunya akan sulit mewujudkannya tanpa bantuan tim yang solid. Oleh karena itu, merekrut tim yang tepat dan membangun culture sangat penting dalam perkembangan startup. Bukan hanya memberikan skill yang dimiliki tapi juga memainkan peran kunci dalam memahami dan menjalankan visi founder.

Apa itu Culture?

Kebanyakan orang mengaitkan culture atau budaya dalam startup sebagai lingkungan kerja yang santai. Mulai dari kantor yang keren dengan meja pingpong atau permainan lainnya, hingga gaya berbusana yang jauh dari kesan formal. Lingkungan kerja yang hebat memang membantu menarik orang-orang untuk bergabung dengan startup, tapi budaya ditentukan bagaimana sistem kerja, komunikasi, dan penghargaan yang diberikan.

Budaya dimulai dari founder yang bertanggung jawab merancang bagan organisasi dan menyusun tim. Hal ini bukan hanya mempengaruhi cara kerja, promosi, dan penghargaan yang didapat, budaya ini juga mempengaruhi cara perekrutan anggota baru yang dapat beradaptasi untuk mengurangi risiko konflik.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

The NextDev Academy persembahan Telkomsel di tahun 2018 telah memberikan bekal kepada startup finalis di tahun sebelumnya berupa program berkurikulum yang bermanfaat untuk perkembangan usaha mereka kedepan. Simak selengkapnya detail topik yang dibahas pada The Nextdev Academy 2018 di www.TheNextdev.id. Kira-kira kurikulum apa yang akan menanti para finalis #TheNextdev2018 di tahun mendatang?

A post shared by The NextDev (@thenextdev) on

Dimulai dari Founder atau Leader

Budaya dalam lingkungan startup merupakan kombinasi dari kepribadian founder dan nilai-nilai yang dipercaya. Oleh karena itu, tim inti menjadi orang-orang pertama yang akan menjadi contoh bagi anggota tim lainnya.

Mulai dari menanggapi umpan balik dan kritik, orang seperti apa yang akan diajak bergabung, bahkan perubahan suasana hati pemimpin startup dapat memengaruhi budaya. Tidak heran jika leader diharapkan bukan hanya mampu menjalankan startup, tapi juga menjaga bahasa tubuh sekecil apapun agar tidak memicu reaksi dari tim.

Menarik Orang dengan Skill Terbaik

Untuk menarik dan mempertahankan tim dengan kemampuan terbaik, startup harus mampu memberikan pengalaman kerja premium pada karyawan. Ini berarti menciptakan budaya yang segar dan mampu mendorong anggota tim untuk mencapai potensi penuhnya.

Selain itu, miliki program pengembangan yang memberi anggota tim kesempatan untuk mengembangkan karirnya. Tapi pastikan peluang ini selaras dengan tujuan dan batas kemampuannya.

Kelebihan Memiliki Tim yang Solid

Komposisi anggota tim yang tepat akan membawa sinergi pada upaya founder untuk saling melengkapi kemampuan dan kompetensi masing-masing. Misalnya, walaupun founder merupakan orang yang kreatif, tetap membutuhkan orang-orang dengan beragam keterampilan lainnya, seperti teknis untuk menjalankan startup.

Selain menjadi faktor penting dalam perkembangan startup, tim yang solid juga lebih menarik perhatian dan kepercayaan VC. Investor bukan hanya melihat dari rencana bisnis yang dimiliki startup, tapi juga tim yang kuat sehingga mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi, tantangan baru, maupun sigap menanggapi peluang yang muncul.

Jangan anggap remeh keberadaan tim yang solid dan budaya yang menunjang kinerja startup, agar mampu mempertahankan eksistensi di ranah digital dan mencetak keberhasilan.

MORE UPDATES