icon-fb icon-twitter icon-gplus icon-wa

Usia yang Masih Muda, Keunggulan CEO Jahitin yang Bisa jadi Bumerang

Published 02 December 2018 07:27 By Zaki Mursidan Baldan

TheNextDev.id - Terkadang berbagai permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari kamu bisa menjadi ide unik dan potensial untuk diubah menjadi startup. Hal tersebut direalisasikan oleh seorang wanita bernama Asri Wijayanti yang memiliki tujuan sederhana meningkatkan taraf hidup para penjahit lokal lewat startup-nya jahitin.com.

Social impact yang ditawarkan tak disangka membuatnya lolos hingga babak Final Pitching yang digelar di Jakarta pada Oktober yang lalu. Walau belum berhasil menyabet gelar Best of The Best The NextDev Talent Scouting, Asri mengaku sangat senang bahkan tidak menduga bisa mendapatkan pengalaman istimewa ini.

Inspirasi Taraf Hidup Penjahit Lokal

Jahitin.com didirikan Asri saat mengetahui ongkos yang tidak sebanding dari tenaga dan waktu yang dicurahkan oleh para penjahit lokal. Mereka pun kerap menganggur karena belum ada order yang masuk, sementara banyak orang yang sebenarnya membutuhkan jasanya tapi bingung mencari ke mana.

Oleh karena itulah, lewat jahitin.com Asri mencoba menjembatani para penjahit dan pelanggan dari berbagai daerah di Indonesia. Proses pemesanannya pun cukup mudah dan ringkas. Mulai dari mengisi data, mengunggah foto model baju, mengirimkan kain ke alamat penjahit, lalu hasilnya dikirimkan kembali ke konsumen.

Usia Muda jadi Keunggulan Sekaligus Kelemahannya

Melihat jauh ke depan, startup ini memiliki potensi yang luar biasa. Namun Asri tak ingin cepat berpuas diri.

“Sejujurnya, lebih banyak kurangnya karena kami dari Jahitin masih perlu belajar banyak dan butuh melakukan banyak perbaikan,” jawabnya ketika diwawancarai oleh tim TheNextDev.id.

Selain itu, Asri mengungkapkan jika usia yang masih muda pun merupakan kelebihannya. Baru lulus kuliah, ia memiliki lebih sedikit tanggungan dan beban pikiran dalam menjalankan startup agar lebih fokus. Akan tetapi, ia menyadari jika hal ini bisa berbalik menjadi bumerang jika tidak dimanfaatkan dengan baik.

Pengalaman Pertama Mengikuti Kompetisi

Bagi Jahitin, pitching sudah bukan hal yang baru, tapi untuk level kompetisi, The NextDev 2018 merupakan pengalaman pertama. Tidak heran jika Asri melakukan berbagai persiapan sebelum melaju ke babak Final Pitching. Mulai dari belajar dengan menggunakan feedback juri, hingga menerapkan saran-saran yang didapat, fokus pada progress startup, hingga terus berlatih pitching.

Kesan Mengikuti Final di Jakarta

Sejak awal, Asri dan tim justru tidak memasang harapan tinggi, bahkan untuk lolos ke babak Final Pitching di Jakarta pun sudah membuatnya exciting. Baginya, semua pengalaman yang didapatnya sungguh luar biasa dengan semua peserta memiliki ide yang keren, namun persaingan tetap sehat, saling support, dan menyajikan yang terbaik.

Bagi Asri, usia muda bukan jadi penghalang untuk mengembangkan startup, asal tahu bagaimana cara memanfaatkannya dengan baik agar tidak berubah jadi kelemahan. Semoga bisa jadi inspirasi para generasi muda untuk menghadirkan social impact di tanah air!

MORE UPDATES